IRI HATI & KETAMAKAN

February 15, 2021

SENIN 15-02-2021. Pekan Biasa VI. Bacaan : Kej. 4:1-15.25; Mzm 50:1.8.16bc-17.20-21; Markus 8:11-13.

Kej 4:9-10, menulis. Firman TUHAN kepada Kain: “Di mana Habel, adikmu itu?” Jawabnya: “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?”  Firman-Nya: “Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah.

Ada seorang ibu berumur 50an mengeluh tentang hidupnya ia merasa tidak tenang, tidak aman, pikirannya selalu dihantui rasa bersalah. Ternyata ia pernah melakukan aborsi karena malu mempunyai anak lagi kareba usia kepala empat.

Kasus semacam ini sudah sering terjadi. Pembunuhan bukan hanya dilakukan pada janin, bahkan terhadap orang-orang sudah dewasa. Ada pembunuhan yang dilakukan secara bersama-sama, ada yang dilakukan sendiri, bahkan ada yang dilakukan lewat suruhan orang lain untuk melakukan pembunuhan. Motifnya sangat bervariasi.

Dosa pembunuhan yang pertama dilakukan oleh Kain terhadap adiknya Habel, sebagaimana dikisahkan dalam bacaan pertama hari ini. Kain begitu iri hati terhadap adiknya. Sikap Kain ini ternyata terwaris kepada banyak orang didunia ini, sehingga tiada hari tanpa pembunuhan, baik pembunuhan dengan senjata tajam maupun pembunuhan dengan kata-kata yang pedas, caci-maki, penghinaan, usaha menjatuhkan karier orang lain dan sebagainya.

Sadar atau tidak sadar mungkin saja kita terlibat dalam pembunuhan-pembunuhan semacam itu, entah sadar atau tidak, iri hati yang ada dalam diri kita membuat kita tidak senang dengan orang lain, kita berusaha mengganjal perjalanan hidupnya, agar kita bisa menjadi lebih dari mereka. Atau bisa jadi agar kita bisa menjadi lebih dari mereka dan tidak mau mengakui kehebatan mereka.

Ketamakan inilah membuat kita melihat sesama kita sebagai musuh dalam persaingan memupuk harta, merebut kuasa dan mencari papolaritas.

Oleh karena itu kita dipanggil untuk menjauhkan sifat2 kedagingan kita, berupa iri hati maupun ketamakan, agar kita menolak warisan dari kain itu.

Marilah Berdoa: Tuhan, jauhkanlah aku dari ketamakan dan iri hati melainkan memiliki sifat-sifat kasih untuk mengasihi sesamaku. Amin.
Met Hari Senin