Renungan Harian – Senin, 20 April 2020

April 19, 2020
renungan harian katolik
SENIN
(Putih)
20 April
Kisah pr Rasul 4: 23-31
Mazmur 2: 1-6, 7-9
Yohanes 3: 1-8
(1) Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. (2) Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.” (3) Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” (4) Kata Nikodemus kepada-Nya: “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” (5) Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. (6) Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. (7) Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. (8) Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”
PENUH BERANI MEWARTAKAN INJIL
“Ketika mereka sedang berdoa goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan
firman Allah dengan berani!” — Kisah pr Rasul 4: 31
DALAM BACAAN pertama hari ini Lukas menulis bahwa Roh Kudus memenuhi para murid. Dan buahnya ialah membuat mereka memberitakan Injil dengan berani. Tetapi dalam bab yang sama ini, di depan, dikisahkan Petrus juga dipenuhi oleh Roh Kudus lalu dengan berani ia memberi kesaksian tentang Kristus (Kis 4: 8). Kornelius dan semua orang yang bersama Petrus dipenuhi oleh Roh Kudus. (Kis 10:44). Dan lagi dikisahkan Roh kudus turun atas orang-orang di Efesus sewaktu Paulus meletakkan di atas mereka (Kis 19:6).
Nampaknya Roh Kudus turun dan memenuhi orang dapat terjadi lebih dari satu kali. Memang dalam Kitab Suci, turun-Nya Roh Kudus dan mengurapi orang dapat terjadi beberapa kali. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa turunnya Roh Kudus itu menjadi pusat pewartaan. Dan itulah kehendak Allah untuk mengajar kita : Bila kita berdoa, Yesus berkenan memberi karunia yang sangat berharga ini dalam ukuran yang semakin hari semakin besar, dari waktu ke waktu.
Dalam ajaran tentang doa memohon, ‘anak meminta sesuatu kepada ayahnya, dikatakan, “Jika kamu yang jahat tahu memberikan pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapa-mu yang ada di surga, Ia akan memberi Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya” (Luk 11:13).
Hal-hal tersebut meyakinkan kita bahwa kita membutuhkan terus menerus meminum dari Roh Kudus, artinya kita sangat membutuhkan Allah bukannya menggantung diri pada pengalaman-pengalaman kita masa lampau. Tugas kita cukup berat: diutus mewartakan Injil, memperkenalkan Kristus dan membangun Tubuh Kristus. Dari mana sumber kekuatannya untuk itu semua ?
Tak perlu kita takut memohon datang-Nya Roh Kudus setiap hari, setiap saat. Jangan ragu-ragu mencari pembaruan dan penyegaran-Nya yang terus menerus, agar dapat berjuang untuk iman dan menang.
DOA : Ya Roh Kudus, berkenanlah selalu turun atas hati kami.
JANJI : “Apa yang dilahirkan dari Roh adalah roh. Janganlah kamu heran karena Aku berkata kepada-mu: Kamu harus dilahirkan kembali!” — Yohanes 3: 7
PUJIAN: Di Seminari Menengah Mertoyudan, sebelum memulai studi pagi hari, para Seminaris diminta untuk berdoa bersama memohon penerangan Roh Kudus (PS 147).