Renungan Harian – Selasa, 28 Mei 2019

May 28, 2019
renungan harian katolik
28 Mei, 2019
SELASA (P)
Kisah Para Rasul 16:22-34
Mazmur 138:1-3, 7-8
Yohanes 16:5-11
(5) tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? (6) Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita. (7) Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. (8) Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; (9) akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; (10) akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; (11) akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.
BEBAS – KELUAR DARI PENJARA
“Jangan celkakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini” — Kisah 16:28
MUKJIZAT GEMPA Paulus dan Silas lepas dan bebas dari kurungan penjara. Mengapa sampai terjadi ? Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian (Kisah 16: 25). Dan lebih lagi, karena keduanya telah menerima urapan Roh Kudus sehingga mereka memiliki hati dan pikiran Kristus (1 Kor 2:16), dan mereka dipenuhi oleh kasih yang sempurna tanpa takut.
Sebagaimana Yesus Junjungan mereka, Paulus dn Silas memusatkan hati dan budi mereka akan keselamatan jiwa-jiwa bukan akan kebutuhan mereka sendiri. Keduanya berfokus pada kehendak Allah, maka tak berpikir panjang lagi, yang mereka pikirkan ialah keselamatan badan dan jiwa penjaga penjara, sebab dia mau bunuh diri (Kisah 16: 27). Dan penjaga penjara itu menyambut tawaran keselamatan itu dan akhirnya Paulus dan Silas dibawa ke rumah sang penjaga penjara itu. Dalam beberapa jam saja, seisi rumah penjaga penjara itu menerima keselamatan dalam Kristus. Dan akhirnya Paulus dan Silas beserta penjaga penjara kembali ke penjara. Paulus dan Silas lalu bebas lewat proses hukum.
Mungkin kita lalu bisa membayangkan kekuatan kepribadian Paulus dn Silas dalam menghadapi peristiwa yang berat. Dan itulah yang memperteguh iman kepercayaan penjaga penjara itu akan kata-kata Paulus dan Silas serta mempertegas iman yang baru dia sambut. Penjaga penjara itu bisa mempercayakan hidupnya kepada Kristus, sebab Paulus dan Silas sendiri mempercayakan hidup mereka sepenuhnya kepada Yesus.
Mungkin saja kita mengalami kesukaran dalam hidup perkawinan kita, dalam pekerjaan serta keadaan keluarga, yang rasanya seakan-akan kita dalam ‘penjara’. Tetapi bila lalu ada surat keluar untuk anda ‘bebas dari penjara semacam itu’, seperti suatu gempa bumi yang begitu kuat sehingga melepas rantai belenggu pada Paulus dan Silas , apakah kita lalu segera meloncat kegembiraan karena terlepas dari ‘penjara’ ? Bisakah kita lalu tetap dalam keadaan terpenjara demi keselamatan si penjaga penjara, kalau itu kehendak Tuhan ?
Terimalah Roh Kudus pada Pentakosta ini (Yoh 20: 22). Bebaskahlah banyak orang karena kasihmu yang tak kenal takut, kasih karena terpenuhi hati kita oleh Roh Kudus !
Doa : Ya Roh Kudus, kupersembahkan hidupku kepada-Mu sebagai abdi
-Mu, pergunakan diriku dan perlakukan diriku selaras dengan
kehendak-Mu
Janji : “Namun benar apa yang Kukatakan kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, bila Aku pergi, Sebab jikalau Aku tidak pergi Penghibur itu tidak akan datang kepadamu , tetapi jikalau Aka pergi Aku akan mengutus Dia kepada-mu!” — Yohanes 16: 7
Pujian : Nampaknya tak ada harapan lagi bagi Santi untuk bisa menyelamatkan bahtera hidup keluarga. Tetapi Santi lalu menyerahkan segalanya kepada Yesus dan mencurahkan kasihnya kepada pasangannya.