Renungan Harian – Selasa, 08 Januari 2019

January 8, 2019
renungan harian katolik
8 Januari 2019 S. Petrus Tomas
SELASA (Putih)
1Yohanes 4:7-10
Mazmur 72:2,3-4ab,7-8
Markus 6:34-44
KASIH YANG MEMAMPUKAN
“… tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala.”
—- Markus 6:34
PEMIMPIN YANG BAIK adalah pemimpin yang memperhatikan kebutuhan para anggotanya, karena hal ini merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab dari seorang pemimpin. Bila ada pemimpin yang mau juga memperhatikan dan peduli akan kebutuhan-kebutuhan yang bukan dari anggotanya, maka dia disebut “Pemimpin Sejati”.
Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus menunjukkan bahwa Dialah “Pemimpin Sejati” itu. Yesus tidak hanya mengajar, menyembuhkan dan memberi makan dua belas muridNya saja tetapi memberikan pelayanan yang sama juga kepada setiap orang yang datang kepada-Nya. Tidak tanggung-tanggung, lima ribu orang dilayaninya. Mengapa Yesus mampu melakukan itu? Jawabannya karena Yesus melakukannya dengan kasih.
Seringkali kita merasa jenuh, bosan dan putus asa dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada kita. Para Istri mengurus anak-anak dan keluarga serta pekerjaan rumah tangga yang seakan tidak ada habisnya; para suami juga demikian terjebak pada rutinitas keseharian bekerja mencari nafkah. Anak-anak juga sibuk dengan tugas-tugas sekolah maupun kuliah, seakan-akan semuanya itu menjadi beban berat yang harus dipikul dan tidak ada lagi waktu dan tenaga untuk memikirkan atau peduli dengan kebutuhan orang lain.
Tuhan Yesus tidak sedang mengajarkan hal yang tidak mungkin dapat kita lakukan, tetapi sebaliknya Yesus mengajarkan sekaligus memberikan contoh kongkrit bahwa siapapun mampu untuk melakukan lebih kalau saja mau mendasari segala tindakannya dengan kasih, karena kasih itulah yang memampukan “sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.” (1Yoh 4:7).
“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan (1Kor 13:4-8).
Mari kita menjalankan tugas dan tanggung jawab kita atas dasar kasih, dan ketulusan hati, sehingga kita dapat menyelesaikan tugas-tugas dengan baik dan juga mampu melayani dan membantu lebih banyak orang terutama mereka yang sangat membutuhkan bantuan kita. Semoga! (STEV)
Doa: Bapa, kami bersyukur sebab Engkau mengutus PuteraMu bagi kami sebagai pernyataan Kasih-Mu, kini saatnya kami untuk pergi melakukan kehendakMu seturut dengan firmanMu dalam hidup kami.
Janji: “Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan!” —- Mazmur 72:7
Pujian: Para murid Kristus sungguh memiliki kesetiaan dan semangat melayani dalam mewartakan SabdaMu dan menghidupinya. Hal ini membuat kami berani untuk ambil bagian menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat di manapun kami berada.