Renungan Harian – Rabu, 04 Desember 2019

December 4, 2019
renungan harian katolik
4 Desember 2019
RABU  (U)
Yesaya 25:6-10
Mazmur 23: 1-6
Matius 15: 29-37
(29) Setelah meninggalkan daerah itu, Yesus menyusur pantai danau Galilea dan naik ke atas bukit lalu duduk di situ. (30) Kemudian orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka pada kaki Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. (31) Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan mereka memuliakan Allah Israel. (32) Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan.” (33) Kata murid-murid-Nya kepada-Nya: “Bagaimana di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?”(34) Kata Yesus kepada mereka: “Berapa roti ada padamu?” “Tujuh,” jawab mereka, “dan ada lagi beberapa ikan kecil.” (35) Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. (36) Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya pula kepada orang banyak. (37) Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, tujuh bakul penuh.
BUTUH SEMBUH  ?
Orang banyak berbondong datang kepada-Nya membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu dan banyak lagi yang lain lalu meletakkan mereka pada kaki Yesus, dan Ia menyembuhkan mereka semuanya”—Matius 15:  30
        KITA BISA membayangkan bagaimana banyaknya orang yang sakit dibawa kepada Yesus!. Orang-orang percaya kehadiran dan jamahan Yesus membawa mereka yang sakit untuk mengalami sesuatu perubahan yakni kesembuhan. Mereka lalu bisa melihat, mendengar , berjalan dan bekerja kembali, tiada sakit penyakit lagi.
Advent adalah  masa pertumbuhan penuh harapan, saat-saat berahmat di mana kita bisa membawa kepada Allah apa saja yang terluka dalam diri kita dandipulihkan kembali. Ini saat yang baik untuk bertanya kepada diri kita sendiri: ‘Apakah ada dalam hidup kita sekarang ini yang perlu di bawa ke kaki Yesus untuk penyembuhan ? Apakah ada bagian dari hidup kita yang lumpuh – sehingga tidak bisa berjalan normal ? Apakah kita mengalami buta sehingga tidak peka akan hal-hal wajar ? Adakah sesuatu yang perlu dipulihkan kembali ?
        Apakah kita juga bersedia membawa orang-orang yang lumpuh, buta dan tuli rohani kepada Yesus ? Bersediakah kita mendoakan mereka ? Membantu dan menolong mereka agar memperoleh pemulihan ?                                                                                    
DOA    : Ya Yesus kuletalkan hidupku di dekat kaki-Mu dan memohon agar kami Engkau sembuhkan dari hal-hal yang menjauhkan diriku dari-Mu !
JANJI  : “Tuhanlah Gembalaku, aku tak-kan berkekurangan.Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau. Ia membibing aku ke air yang tenang dan menyegarkandaku”—Mazmur 23:1
PUJIAN:Sulastri bergabung ke dalam ‘team doa’ Komunitas Kasih Yesus-Maria-Yosef- ke rumah sakit yang ada di daerah Parokinya, sebulan sekali.