Renungan Harian – Minggu, 12 April 2020

April 13, 2020
renungan harian katolik
MINGGU
(Putih)
12 April
Hari Raya Paska
Kisah Para Rasul 10:34a.37-43
Mazmur 118:1-2.16ab-17.22-23
Kolose 3:1-4 atau 1 Kor 5:6-8
Yohanes 20:1-9 atau Mat 28: 1-10
(1) Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. (2) Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: “Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.” (3) Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. (4) Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. (5) Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. (6) Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, (7) sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. (8) Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. (9) Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.
PEMBARUAN IMAN
“Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci, yang mengatakan Ia harus bangkit dari antara orang mati.” —- Yohanes 20:9
BISA KITA bayangkan harapan-harapan yang ada pada diri murid-murid Yesus, ketika Yesus disalib hingga wafat , harapan akan Yesus sebagai penyelamat sejenak pudar. Namun dengan iman samar-samar yang dimiliki, mereka setengah ingat akan sabda-Nya yang mengandung nubuat tentang diri Yesus, ketika Yesus masih hidup di dunia: “… Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.” (Matius 17:22-23).
Betapa terkejutnya Maria Magdalena yang pergi ke kubur Yesus untuk memberi rempah-rempah, namun yang dilihatnya adalah kubur yang sudah terbuka dan kosong. Harapan yang hampir pudar, pasti perlahan-lahan muncul kembali setelah melihat batu yang sudah terguling. Tak terbendung harapan, sukacita, sekaligus keheranan yang besar dari Maria Magdalena untuk mewartakan hal ini kepada para rasul.
Harapan dari para rasul pun muncul kembali setelah mendengar berita tersebut. Para rasul yang diwakili oleh Petrus dan Yohanes berlari menuju ke kubur Yesus. Dan pengalaman di kubur Yesus membangkitkan harapan mereka (Yoh 20:3-10).
Dari kesaksian tersebut, kita bisa mengambil suatu pelajaran penting. Peristiwa kebangkitan Yesus mengajarkan kita bahwa ada pengharapan baru yang Yesus berikan kepada kita. Kita hanya perlu membuka hati untuk bertobat, sehingga kita ke luar dari kegelapan hidup kita dan menuju kepada terang kebangkitan, kehidupan yang baru. Dan setiap manusia diberi kesempatan yang sama untuk memperoleh hal ini.
Harapan baru yang diberikan oleh Yesus dalam kebangkitan-Nya perlu kita rayakan, kita imani, kita syukuri dan kita wartakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Sehingga setiap hari kita bisa membarui hati dan iman kita. Halleluya….Kristus telah bangkit! Selamat Paskah, Tuhan Yesus memberkati. (LS)
DOA : Tuhan Yesus, terima kasih atas kebangkitan yang Engkau berikan kepada kami semua. Kuatkanlah selalu iman kami sehingga kami dapat terus-menerus membarui iman dan pengharapan kami.
JANJI : “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” —- Yohanes 3:16
PUJIAN : Pertobatan total yang dilakukan oleh Paulus sesudah pengalamannya berjumpa Yesus di jalan menuju kota Damsyik, menjadikan dia pengikut Yesus yang begitu setia, dalam dalam Iman dan berkobar dalam pewartaan.