Renungan Harian – Minggu, 03 Maret 2019

March 4, 2019
renungan harian katolik
3 Maret 2019
MINGGU (Hijau)
Sirakh 27:4-7
Mazmur 92:2-3,13-16
1 Koritus 15:54-58
Lukas 6:39-45
FUNGSI LIDAH DAN MULUT
“Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik.”
—- Lukas 6:43
TUHAN MEMPERLENGKAPI kita dengan lidah dan mulut, sehingga kita dapat melakukan berbagai hal, yaitu:
– Untuk menyantap, menikmati, dan mencerna semua makanan yang masuk ke dalam mulut.
– Untuk berkomunikasi dengan orang lain, sehingga ia dapat memberi dan meneruskan pengetahuan/ pengalaman serya;lalu dapat bertanya, berdebat, dll.
– Untuk memberkati orang lain, dengan mengucapkan doa, dan kata-kata yang indah serta membangun; sebaliknya, dengan lidah dan mulut yang sama,
– kita dapat mengutuk orang lain, yaitu dengan mengucapkan umpatan, perkataan negatif, rasa dan ujaran kebencian, sumpah serapah, dan lain-lain.
Sebenarnya saat kita membuka mulut dan berbicara, kita juga membuka atau mempertontonkan kepribadian kita, karena semua yang kita ucapkan tersebut menggambarkan isi hati kita yang sesungguhnya. Orang yang selalu berbicara keras, kasar, dan penuh emosi, tentu berbeda dengan orang yang berbicara halus, lembut, dan penuh pengertian. Ada orang yang perkataannya hanya berisi keluhan, kesulitan, serta berbagai masalah yang sedang dihadapinya, tetapi di sisi lain ada juga orang yang selalu bersyukur atas semua yang dialaminya, sehingga ia pun senantiasa bersukacita.
Hal ini tentu sesuai dengan perumpaaan yang diungkapkan Yesus di atas”Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik” (Luk 6:43).
Lalu bagaimana kita ? Kita perlu menata dan mengendalikan diri ! Salah satu bentuk pengendalian diri yang perlu kita lakukan pada masa puasa ini adalah bagaimana kita menata dan mengendalikan sikap, pikiran, perkataan, dan juga tindakan. Pikiran perlu dijaga agar tidak membayangkan hal-hal yang negatif. Kita akan mudah tergoda berbicara yang negtif. Karena itu kita perlu usahakan agar mulut kita hanya mengeluarkan perkataan positif yang menghagai orang lain, memberkati orang lain. Dan tindakan kita nanti akan merupakan hasil dari pikiran kita itu. Kita didorong untuk melakukan hal-hal yang penuh kasih bagi sesama yang ada di sekitar kita. (DAG).
Doa: Allah, biarlah perkataan yang keluar dari mulutku hanyalah perkataan-perkataanMu, sehingga umat yang mendengarkannya pun menjadi terbangun.
Janji: “Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia”. — 1 Korintus 15:58.
Pujian: St. Theresa dari Calcuta, menyatakan bahwa dalam pelayanannya, ia tidak memohon kesuksesan, tetapi ia memohon kesetiaan. Hal ini ia buktikan dengan terus menjaga pikiran, perkataan, dan tindakannya yang serupa dengan Yesus Kristus.