Renungan Harian – Minggu, 01 Desember 2019

November 29, 2019
renungan harian katolik
1 Desember 2019
MINGGU (U)
Minggu Advent I
Yesaya 2: 1-5
Mazmur 122: 1-2, 4-9
Roma 13: 11-14a
Matius 24: 37-44
NATAL SEJATI BUTUH ADVENT
(37) Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. (38) Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, (39) dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. (40) Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; (41) kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. (42) Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. (43) Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. (44) Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”
“Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhan-mu datang” — Matius 24: 42
DI KOTA-KOTA BESAR, ‘mall-super-market’ dan toko-toko serta restoran sudah berhiasan diri menyambut Natal, jauh sebelum Advent. Kalau Natal kita artikan menghias dan mendekor toko dan rumah-rumah tinggal serta tukar menukar kado, kiranyasama sekali tak perlu Advent. Pemaknaan Natal yang benar sangat menentukan arti Advent dan kepentinan adanya Advent.
Tetapi bila Natal adalah suatu ‘resepsi agung’ menyambut Kado teragung, yakni ‘Keselamatan’ dalam Yesus (Rm 13:11), maka kita sangat membutuhkan persiapan besar-besaran sebagaimana Allah kehendaki kita adakan. Kita membutuhkan setiap saat yang berhargadari Advent ini. Maka sangatlah keliru dan bodoh kalau kalau kita persiapkan apalagi rayakan Natal jauh hari sebelum Advent.
Juga kalau Natal kita maknai dengan ‘keadaan damai sejahtera di bumi di antara orang yang berkenan kepada-Nya’, maka bangsa-bangsa pun tak akan berlatih untuk berperang lagi (Yes 2:4). Ini berarti kita membutuhkan sekali Adventyang benar-benar merubah dan merombak perilaku hidup orang-orang, dan suatu gelombang pertobatan yang mengagumkan guna menyambut Yesus sebagai Sang Damai kita (Ef 2:14). Dan akhirnya kita-kita akan menjadi juru-damai (Mat 5:9). Dan lagi, kalau Natal bukan lagi sekedar lampu-lampu hias warna-warni di pohon-pohon dan gedung-gedung, tetapi lebih yang berhubungan dengan Yesus sebagai Terang Dunia (Yoh 1:4), maka benar-benar kita membutuhkan Advent kesempatan pertobatan yang mencerahkan.
Bila Natal itu hanya bermakna ‘ecek-ecek’, maka Advent tak mempunyai makna apapun. Tetapi sebaliknya, bila Natal adalah tentang ‘Datang-nya Yesus dalam suatu kemuliaan yang baru’, maka Advent, yang kita mulai hari Minggu ini, adalah suatu keniscayaan. Maka Advent itu sangat dan sangatlah penting.
Mari kita patuhi kehendak Allah sampai yang kecil-kecil dalam Masa Advent ini. Kita jangan ikut-ikutan oranguntuk merayakan Natal sebelum dandalam Masa Advent ini. Kalau itu kita lakukan, kita tentu tak akan merayakan Natal yang sejati. Semoga kita menyambut dan menghayati Masa Advent sebaik mungkin.
Doa : Ya Bapa, di hari pertama Tahun Gereja ini,berkatilah diriku untuk memulai suatu hidup dengandimensi barudalam hidupku.
Janji :“Mari kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya” — Yesaya 2: 3
Pujian:Setelah Konsekrasi, Imam yang memimpin Misa mengajak kita mengucapkan/menyanyikan Anamnese “Marilah menyatakan iman kita”. Dan kita menanggapinya,”Wafat Kristus kita maklumkan, Kebangkitan-Nya kita muliakan, Kedatangan-Nya kita rindukan”.