Renungan Harian – Jumat, 15 Maret 2019

March 15, 2019
renungan harian katolik
15 Maret 2019
JUMAT (Ungu)
Yehezkiel 18:21-28
Mazmur 130:1-2.3-4ab.4c-6.7-8
Matius 5:20-26
PENGAMPUNAN DALAM TUHAN
“Tetapi padaMu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.“— Mazmur 130:4
TERKADANG KITA BERPIKIR, apakah dosa-dosa kita selama ini dapat diampuni oleh Tuhan jika kita mengakukannya? Apakah kita dapat terbebas dari belenggu dosa yang menjauhkan kita pada-Nya? Apa semua dosa kita akan diungkit kembali oleh Tuhan saat ‘Pengadilan’? Atau meminta kita pepulih nanti melalui hukuman berupa penderitaan yang terjadi di hidup kita?
Dalam bacaan hari ini ditegaskan, ketika kita memutuskan bertobat yakni mengubah semua sikap hidup kita, kita meninggalkan masa lampau dengan semua hal-hal yang tidak baik dalam hidup kita, dan mengarahkan diri kita selanjutnya ke depan ke hal-hal yang lebih baik; hal ini sama artinya dengan keselamatan. Yakni setelah kita bertobat dengan penuh keyakinan, kita diselamatkan. Yang tadinya kita mati dalam kesesatan dan mati dalam maut, sekarang kita telah hidup dalam kasih karnia Tuhan.
Tuhan juga tidak akan lagi mengingat-ingat dosa kita yang sudah-sudah. Seperti dalam Yehezkiel: “Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan dingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya “ (Yeh 18: 22).
Namun bukan hanya bertobat saja yang Tuhan inginkan dari kita, tetapi Ia juga diwajibkan untuk mengampuni. “Ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni yang bersalam kepada kami” (BapaKami).
 Mengampuni adalah hal paling mendasar yang dapat kita lakukan untuk bisa merasakan kehidupan indah dalam Tuhan.
 Mengampuni perlu kita lakukan, karena Tuhan sendiri telah mengampuni segala kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat.
Dalam Yesus menasehati kita: “Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara “(Mat 5:25). Hal ini menunjukkan bahwa kita diminta untuk tidak menaruh dendam kepada semua orang yang telah menyakiti kita.
Kita belajar untuk mulai menerapkan hukum cinta kasih yang diajarkan Yesus kepada kita mulai dari mengampuni seperti Bapa mengampuni kita. Mungkin saat kita sedang kesal atau jengkel dengan sesama, mari kita serahkan semua kekesalan tersebut pada Tuhan seperti tertulis dalam Mazmur “Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan“ (Mzm 130:7).
Doa: Bapa, ampunilah kami yang masih belum bisa mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan semoga kami bisa lebih sabar dan berserah padaMu.
Janji: “Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan dingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya” —- Yehezkiel 18:22
Pujian: Yesus yang rela sengsara dan wafat untuk menebus dosa dan manusia, bahkan sewaktu masih tergantung di kayu salib, Yesus sempat berdoa, “Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”(Luk 23:34).