PERANTARA SEJATI

January 21, 2021

Romo Albertus Herwanta, O. Carm


Pemimpin mempunyai banyak tugas dan tanggung jawab menyangkut mereka yang dipimpinnya. Ada jabatan pemimpin yang fungsinya antara lain sebagai pengantara.

Menteri Sosial, Tri Rismaharini, misalnya. Di samping sebagai pemimpin di departemen sosial, dia menjadi perantara antara pemerintah dan rakyat, terutama bagi mereka yang miskin dan tertimpa bencana. Tugas sebagai perantara bisa diwarnai perilaku tidak pantas seperti menggunakan jabatan itu untuk kepentingan sendiri. Itulah yang terjadi dengan menteri sosial sebelumnya.

Dalam tradisi Yahudi dikenal pemimpin agama seperti para imam. Mereka antara lain bertugas sebagai pengantara bagi umat dalam hubungannya dengan Tuhan. Misalnya, membawa doa dan persembahan penghapus dosa bagi umatnya. Karena mereka.sendiri itu manusia lemah dan berdosa, mereka mesti lebih dulu mempersembahkan kurban untuk dirinya sendiri. Baru setelah itu untuk unatnya. Singkatnya, mereka tidak secara penuh dan sempurna bisa membantu umatnya.

Tidak demikian dengan Sang Imam Agung. Dia itu saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga (Ibr 7: 26). Kendati demikian, Dia bersedia turun ke dunia menjadi manusia.

Karena sempurna dan sudah lepas dari kepentingan pribadi, secara bebas Dia dapat menyatu dengan Allah dan sekaligus dengan manusia. Karena itu, Dia sungguh pengantara sejati yang patut dipercayai. Dia telah menunjukkan peranan-Nya sebagai pengantara yang menghantar kembali mereka yang tersesat untuk pulang kepada Allah. Yang sakit disembuhkan-Nya. Yang dikuasai setan dibebaskan-Nya.

Banyak orang beriman berpendapat bahwa doanya sendiri bisa sampai kepada Tuhan tanpa perantara. Pendapat itu kelewat optimis, karena di samping manusia itu lemah dan terbatas, mereka juga berdosa alias terpisah dari Allah. Hanya apabila Allah mengulurkan tangan dan belas kasih-Nya, manusia bisa diselamatkan.

Allah telah menetapkan Sang Imam Agung tersebut untuk menjalankan tugas itu. Karena itu, barang siapa percaya kepada-Nya telah mempunyai perantara sejati.

Shek O HK, 21 Januari 2021